Mengenal MRTG: Si Jagoan Monitoring Jaringan, Apa Sih Fungsinya?
Mengenal MRTG Lebih Dekat¶
Dalam dunia jaringan komputer yang semakin kompleks ini, monitoring jaringan menjadi hal yang sangat krusial. Kita perlu memastikan bahwa jaringan kita berfungsi dengan baik, stabil, dan efisien. Nah, salah satu tools klasik yang sering disebut-sebut dalam konteks monitoring jaringan adalah MRTG, atau Multi Router Traffic Grapher. Mungkin sebagian dari kamu pernah mendengar istilah ini, tapi apa sih sebenarnya MRTG itu?
Image just for illustration
Sederhananya, MRTG adalah sebuah perangkat lunak open-source yang digunakan untuk memantau lalu lintas jaringan. Ia bekerja dengan cara mengumpulkan data dari perangkat jaringan seperti router, switch, server, dan perangkat lain yang mendukung protokol SNMP (Simple Network Management Protocol). Data yang dikumpulkan ini kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk grafik yang mudah dibaca dan dipahami. Grafik-grafik ini membantu kita memvisualisasikan penggunaan bandwidth jaringan dari waktu ke waktu.
Sejarah Singkat MRTG¶
MRTG bukan barang baru di dunia jaringan. Ia pertama kali dikembangkan oleh Tobias Oetiker dan Dave Rand pada tahun 1995. Pada awalnya, MRTG dirancang untuk memantau lalu lintas router, sesuai dengan namanya. Namun, seiring waktu, kemampuannya berkembang dan bisa digunakan untuk memantau berbagai jenis perangkat jaringan dan bahkan parameter sistem operasi. Fakta menariknya, MRTG ini ditulis dalam bahasa pemrograman Perl, bahasa yang cukup populer di kalangan system administrator pada masanya. Meskipun tergolong jadul jika dibandingkan dengan tools monitoring modern saat ini, MRTG tetap relevan dan banyak digunakan karena kesederhanaan dan efektivitasnya.
Fungsi Utama MRTG¶
Fungsi utama MRTG, seperti yang sudah disebutkan, adalah untuk memantau lalu lintas jaringan. Namun, fungsi ini bisa dipecah menjadi beberapa poin yang lebih spesifik:
- Memantau Penggunaan Bandwidth: Ini adalah fungsi paling dasar dan paling sering digunakan dari MRTG. Ia menunjukkan berapa banyak bandwidth yang digunakan pada interface jaringan tertentu. Dengan melihat grafik MRTG, kita bisa tahu apakah bandwidth jaringan kita sudah overload atau masih cukup lega.
- Mendeteksi Bottleneck Jaringan: Dengan memantau lalu lintas di berbagai titik jaringan, kita bisa mengidentifikasi titik-titik yang menjadi bottleneck atau hambatan. Misalnya, jika grafik MRTG menunjukkan penggunaan bandwidth yang tinggi secara konsisten pada suatu interface, bisa jadi interface tersebut menjadi sumber masalah.
- Perencanaan Kapasitas Jaringan: Data yang dikumpulkan MRTG dalam jangka panjang sangat berguna untuk perencanaan kapasitas jaringan. Kita bisa melihat tren penggunaan bandwidth dari waktu ke waktu dan memprediksi kapan kita perlu meningkatkan kapasitas jaringan.
- Troubleshooting Jaringan: Ketika terjadi masalah jaringan, grafik MRTG bisa menjadi petunjuk awal yang sangat berharga. Lonjakan atau penurunan trafik yang tidak biasa bisa mengindikasikan adanya masalah, misalnya serangan DDoS atau kegagalan perangkat.
- Memantau Parameter Sistem Operasi: Selain lalu lintas jaringan, MRTG juga bisa dikonfigurasi untuk memantau parameter sistem operasi seperti penggunaan CPU, memori, disk, dan lain-lain. Ini memungkinkan kita untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang kinerja server atau perangkat lainnya.
Cara Kerja MRTG¶
MRTG bekerja dengan memanfaatkan protokol SNMP. Secara garis besar, berikut adalah langkah-langkah cara kerja MRTG:
- Polling SNMP: MRTG secara berkala mengirimkan request SNMP ke perangkat jaringan yang ingin dipantau. Request ini berisi object identifier (OID) yang spesifik, yang mengidentifikasi parameter yang ingin dipantau (misalnya, interface traffic).
- Respon SNMP: Perangkat jaringan merespon request SNMP dengan mengirimkan nilai parameter yang diminta.
- Pengumpulan Data: MRTG menerima respon SNMP dan menyimpan data tersebut dalam log file. Biasanya, data ini disimpan dalam format RRD (Round Robin Database), yang efisien untuk menyimpan data deret waktu.
- Pembuatan Grafik: MRTG secara periodik membaca data dari log file dan membuat grafik berdasarkan data tersebut. Grafik-grafik ini biasanya ditampilkan dalam format HTML dan bisa diakses melalui web browser.
- Tampilan Web: Grafik MRTG disajikan dalam halaman web yang mudah diakses. Biasanya, MRTG menghasilkan halaman index HTML yang berisi link ke berbagai grafik untuk perangkat dan parameter yang dipantau.
Proses ini diulang secara terus menerus dalam interval waktu tertentu, biasanya setiap 5 menit. Interval ini bisa dikonfigurasi sesuai kebutuhan. Dengan melakukan polling secara berkala dan membuat grafik, MRTG memberikan gambaran real-time tentang kondisi jaringan.
Kelebihan dan Kekurangan MRTG¶
Seperti semua tools, MRTG memiliki kelebihan dan kekurangan. Memahami hal ini penting agar kita bisa memutuskan apakah MRTG cocok untuk kebutuhan monitoring jaringan kita.
Kelebihan MRTG¶
- Gratis dan Open-Source: MRTG adalah perangkat lunak gratis dan open-source. Ini berarti kita bisa menggunakannya tanpa biaya lisensi dan memodifikasinya sesuai kebutuhan. Ini menjadi daya tarik utama bagi banyak pengguna, terutama untuk penggunaan pribadi atau organisasi kecil dengan anggaran terbatas.
- Ringan dan Efisien: MRTG sangat ringan dan tidak membutuhkan resource server yang besar. Ia bisa dijalankan di server dengan spesifikasi minimal sekalipun. Ini membuatnya cocok untuk lingkungan dengan sumber daya terbatas.
- Mudah Diinstal dan Dikonfigurasi: Proses instalasi dan konfigurasi MRTG relatif mudah, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa dengan sistem Linux/Unix dan konfigurasi command-line. Ada banyak tutorial dan dokumentasi yang tersedia secara online untuk membantu proses ini.
- Grafik yang Jelas dan Informatif: Grafik yang dihasilkan MRTG sangat jelas dan mudah dipahami. Informasi penting seperti penggunaan bandwidth, inbound/outbound traffic, dan nilai peak mudah terlihat dalam grafik.
- Support Protokol SNMP: MRTG menggunakan protokol SNMP yang merupakan standar industri untuk manajemen jaringan. Ini berarti MRTG kompatibel dengan berbagai macam perangkat jaringan dari berbagai vendor.
- Fleksibel dan Customizable: Meskipun sederhana, MRTG cukup fleksibel dan bisa di-customize. Kita bisa mengkonfigurasi parameter yang dipantau, interval polling, tampilan grafik, dan lain-lain sesuai kebutuhan.
- Stabilitas dan Reliabilitas: MRTG dikenal stabil dan reliable. Setelah dikonfigurasi dengan benar, ia bisa berjalan tanpa masalah dalam jangka waktu yang lama.
Kekurangan MRTG¶
- Tampilan Grafis Sederhana: Tampilan grafis MRTG tergolong sederhana dan basic. Jika dibandingkan dengan tools monitoring modern yang memiliki dashboard interaktif dan visualisasi yang lebih canggih, MRTG mungkin terlihat kurang menarik.
- Fitur Terbatas: MRTG fokus pada monitoring lalu lintas dan parameter dasar jaringan. Ia tidak memiliki fitur-fitur canggih seperti alerting yang kompleks, analisis log, atau network discovery otomatis yang ada pada tools monitoring yang lebih komprehensif.
- Konfigurasi Berbasis Teks: Konfigurasi MRTG dilakukan melalui file konfigurasi teks. Ini mungkin kurang user-friendly bagi sebagian orang yang lebih terbiasa dengan interface grafis.
- Tidak Skalabel untuk Jaringan Besar: MRTG mungkin kurang cocok untuk jaringan yang sangat besar dan kompleks dengan ribuan perangkat. Untuk skala besar, tools monitoring yang lebih scalable dan terpusat mungkin lebih disarankan.
- Kurva Pembelajaran Awal: Meskipun instalasi dan konfigurasi dasar relatif mudah, memahami semua opsi konfigurasi dan fitur MRTG mungkin membutuhkan sedikit kurva pembelajaran, terutama bagi pemula di bidang monitoring jaringan.
- Tidak Ada Fitur Alerting Bawaan: MRTG tidak memiliki fitur alerting bawaan. Untuk mendapatkan notifikasi jika terjadi masalah, kita perlu mengintegrasikannya dengan tools alerting eksternal atau membuat script tambahan.
Implementasi MRTG dalam Monitoring Jaringan¶
Setelah memahami kelebihan dan kekurangan MRTG, mari kita bahas bagaimana cara mengimplementasikan MRTG dalam monitoring jaringan.
Persiapan Instalasi MRTG¶
Sebelum menginstal MRTG, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan:
- Server: Siapkan sebuah server yang akan digunakan untuk menjalankan MRTG. Server ini bisa berupa server fisik atau virtual. Sistem operasi Linux/Unix sangat direkomendasikan karena MRTG awalnya dikembangkan untuk lingkungan ini dan banyak tutorial tersedia untuk platform tersebut. Namun, MRTG juga bisa dijalankan di Windows dengan sedikit penyesuaian.
- Akses Root/Administrator: Pastikan kamu memiliki akses root (di Linux/Unix) atau administrator (di Windows) ke server tersebut. Akses ini diperlukan untuk menginstal package dan melakukan konfigurasi sistem.
- SNMP di Perangkat Jaringan: Pastikan perangkat jaringan yang ingin dipantau (router, switch, server, dll.) sudah dikonfigurasi dan mengaktifkan protokol SNMP. Kamu perlu mengetahui community string SNMP perangkat tersebut (biasanya public untuk read-only).
- Akses Jaringan: Server MRTG harus memiliki akses jaringan ke perangkat-perangkat yang ingin dipantau. Pastikan firewall tidak menghalangi komunikasi SNMP antara server MRTG dan perangkat jaringan.
- Web Server: MRTG menghasilkan halaman web untuk menampilkan grafik. Kamu memerlukan web server seperti Apache atau Nginx yang sudah terinstal dan berjalan di server MRTG.
Konfigurasi Dasar MRTG¶
Setelah persiapan selesai, langkah selanjutnya adalah instalasi dan konfigurasi dasar MRTG. Proses instalasi bisa berbeda-beda tergantung sistem operasi dan distribusi Linux yang digunakan. Secara umum, langkah-langkahnya adalah:
- Instalasi Package MRTG: Gunakan package manager sistem operasi (misalnya
apt-get
di Debian/Ubuntu,yum
di CentOS/RHEL) untuk menginstal package MRTG. Biasanya, package MRTG juga akan menginstal dependensi yang diperlukan seperti Perl, RRDtool, dan web server. - Konfigurasi MRTG: File konfigurasi utama MRTG biasanya terletak di
/etc/mrtg/mrtg.cfg
. File ini perlu diedit untuk mendefinisikan perangkat jaringan yang ingin dipantau dan parameter yang ingin dikumpulkan. - Menjalankan MRTG: Setelah konfigurasi selesai, jalankan MRTG untuk pertama kalinya. MRTG akan mulai melakukan polling SNMP dan membuat log file dan grafik.
- Konfigurasi Web Server: Pastikan web server sudah dikonfigurasi untuk melayani halaman web MRTG. Biasanya, direktori default untuk halaman MRTG adalah
/var/www/mrtg
atau/usr/share/mrtg/html
. - Akses Halaman Web MRTG: Buka web browser dan akses alamat IP atau hostname server MRTG. Kamu seharusnya bisa melihat halaman index MRTG yang berisi link ke grafik-grafik monitoring.
Contoh konfigurasi sederhana dalam mrtg.cfg
:
WorkDir: /var/www/mrtg
WriteExpires: Yes
RunAsDaemon: Yes
Interval: 5
Target[router_interface1]: 2:161@router_ip:public
MaxBytes[router_interface1]: 12500000
Title[router_interface1]: Traffic Router Interface 1
PageTop[router_interface1]: <H1>Traffic Router Interface 1</H1>
Target[server_cpu]: ssCPURawUser.0&ssCPURawNice.0:public@server_ip
Options[server_cpu]: gauge,nopercent
MaxBytes[server_cpu]: 100
Title[server_cpu]: CPU Usage Server
PageTop[server_cpu]: <H1>CPU Usage Server</H1>
Penjelasan konfigurasi di atas:
WorkDir
: Direktori tempat MRTG menyimpan log file, grafik, dan halaman web.WriteExpires
: Mengaktifkan expires header untuk caching halaman web.RunAsDaemon
: Menjalankan MRTG sebagai daemon di background.Interval
: Interval polling SNMP dalam menit (5 menit).Target[router_interface1]
: Mendefinisikan target monitoring untuk interface 1 pada router dengan IProuter_ip
.2:161
adalah OID untuk interface traffic (ifInOctets dan ifOutOctets).public
adalah community string SNMP.MaxBytes[router_interface1]
: Maksimum bandwidth yang diharapkan pada interface (dalam bytes per detik). Ini digunakan untuk scaling grafik.Title[router_interface1]
danPageTop[router_interface1]
: Judul grafik dan halaman web.Target[server_cpu]
: Mendefinisikan target monitoring untuk penggunaan CPU server dengan IPserver_ip
.ssCPURawUser.0&ssCPURawNice.0
adalah OID untuk CPU user dan nice time.Options[server_cpu]
: Opsi tambahan.gauge
menunjukkan bahwa nilai adalah gauge (bukan counter),nopercent
menghilangkan persentase pada grafik.MaxBytes[server_cpu]
: Maksimum nilai CPU (100%).
Membaca Grafik MRTG¶
Grafik MRTG cukup mudah dibaca. Setiap grafik biasanya terdiri dari dua garis:
- Garis Hijau: Menunjukkan inbound traffic (lalu lintas masuk).
- Garis Biru: Menunjukkan outbound traffic (lalu lintas keluar).
Sumbu vertikal grafik menunjukkan throughput atau nilai parameter yang dipantau (misalnya, Mbps, persentase CPU). Sumbu horizontal menunjukkan waktu. MRTG biasanya menampilkan grafik untuk periode waktu yang berbeda:
- Harian (Daily): Grafik untuk 24 jam terakhir.
- Mingguan (Weekly): Grafik untuk 7 hari terakhir.
- Bulanan (Monthly): Grafik untuk 30 hari terakhir.
- Tahunan (Yearly): Grafik untuk 365 hari terakhir.
Dengan melihat grafik-grafik ini, kita bisa menganalisis tren penggunaan bandwidth, mengidentifikasi anomali, dan memantau kinerja jaringan secara keseluruhan. Perhatikan lonjakan atau penurunan trafik yang signifikan, pola penggunaan yang tidak biasa, atau nilai yang mendekati batas maksimum.
Contoh Penggunaan MRTG dalam Jaringan¶
Berikut beberapa contoh konkret penggunaan MRTG dalam jaringan:
- Monitoring Bandwidth Internet: Pantau interface router yang terhubung ke internet untuk mengetahui penggunaan bandwidth internet. Ini membantu mengidentifikasi apakah bandwidth internet sudah mencukupi kebutuhan atau perlu ditingkatkan.
- Monitoring Link Antar Gedung: Jika perusahaan memiliki beberapa gedung yang terhubung melalui link jaringan, MRTG bisa digunakan untuk memantau penggunaan link tersebut. Ini membantu memastikan link berfungsi dengan baik dan tidak overload.
- Monitoring Server Web: Pantau interface jaringan server web untuk mengetahui traffic yang diterima dan dikirim server. Grafik MRTG bisa membantu mengidentifikasi lonjakan traffic yang mungkin disebabkan oleh traffic normal atau serangan DDoS.
- Monitoring Penggunaan CPU dan Memori Server: Gunakan MRTG untuk memantau penggunaan CPU dan memori server. Ini membantu mendeteksi server yang overload atau kekurangan resource.
- Monitoring Uptime Perangkat: Meskipun bukan fungsi utama, MRTG bisa digunakan secara tidak langsung untuk memantau uptime perangkat. Jika grafik tiba-tiba berhenti menampilkan data, bisa jadi perangkat tersebut mengalami downtime.
Alternatif MRTG untuk Monitoring Jaringan¶
Meskipun MRTG masih relevan, ada banyak tools monitoring jaringan modern yang menawarkan fitur lebih canggih dan user-friendly. Beberapa di antaranya adalah:
Beberapa Tools Monitoring Jaringan Lainnya¶
- Zabbix: Zabbix adalah enterprise-class monitoring solution yang open-source. Ia menawarkan fitur yang sangat lengkap, termasuk monitoring jaringan, server, aplikasi, alerting yang canggih, visualisasi data yang kaya, dan scalability yang baik.
- Nagios: Nagios juga merupakan tools monitoring open-source yang populer dan mature. Ia sangat fleksibel dan customizable, dengan banyak plugin yang tersedia untuk memantau berbagai jenis perangkat dan aplikasi.
- Prometheus: Prometheus adalah sistem monitoring dan alerting open-source yang dirancang untuk lingkungan dinamis dan containerized. Ia sangat populer di kalangan DevOps dan cloud-native.
- Grafana: Grafana adalah platform visualisasi data open-source yang bisa diintegrasikan dengan berbagai sumber data monitoring, termasuk Prometheus, Zabbix, dan InfluxDB. Grafana memungkinkan pembuatan dashboard interaktif dan visualisasi data yang menarik.
- PRTG Network Monitor: PRTG adalah tools monitoring komersial yang powerful dan user-friendly. Ia menawarkan berbagai fitur monitoring, alerting, dan visualisasi data, serta auto-discovery perangkat jaringan. PRTG memiliki versi gratis dengan batasan jumlah sensor.
- Cacti: Cacti adalah front-end web untuk RRDtool, database yang juga digunakan oleh MRTG. Cacti menawarkan interface web yang lebih user-friendly untuk konfigurasi dan visualisasi data RRDtool. Secara fungsionalitas, Cacti mirip dengan MRTG tetapi dengan interface web yang lebih baik.
Perbandingan MRTG dengan Alternatif¶
Fitur | MRTG | Zabbix | Nagios | Prometheus | PRTG |
---|---|---|---|---|---|
Harga | Gratis, Open-Source | Gratis, Open-Source | Gratis, Open-Source | Gratis, Open-Source | Komersial (versi gratis terbatas) |
Fitur | Monitoring trafik dasar, grafik RRDtool | Monitoring lengkap, alerting canggih | Monitoring fleksibel, banyak plugin | Monitoring cloud-native, alerting | Monitoring lengkap, user-friendly |
Kemudahan Penggunaan | Mudah diinstal, konfigurasi teks | Kompleks, interface web lengkap | Kompleks, konfigurasi teks | Sedikit kompleks, konfigurasi teks/YAML | Mudah digunakan, interface grafis |
Visualisasi Data | Grafik sederhana RRDtool | Dashboard web, visualisasi kaya | Dashboard web, visualisasi dasar | Grafana (terpisah) | Dashboard web, visualisasi baik |
Skalabilitas | Terbatas | Sangat baik | Baik | Sangat baik | Baik |
Alerting | Tidak ada bawaan (perlu integrasi) | Canggih, notifikasi berbagai kanal | Dasar, notifikasi email/SMS | Prometheus Alertmanager (terpisah) | Canggih, notifikasi berbagai kanal |
User Interface | Sederhana berbasis web HTML statis | Interface web modern dan lengkap | Interface web dasar | Grafana (terpisah) | Interface web modern dan user-friendly |
Dari tabel perbandingan di atas, kita bisa melihat bahwa MRTG adalah pilihan yang baik untuk monitoring jaringan dasar dengan sumber daya terbatas dan kebutuhan yang sederhana. Namun, untuk kebutuhan monitoring yang lebih kompleks, scalable, dan user-friendly, alternatif seperti Zabbix, Nagios, Prometheus, atau PRTG mungkin lebih cocok.
Tips Mengoptimalkan Penggunaan MRTG¶
Meskipun sederhana, ada beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk mengoptimalkan penggunaan MRTG dan mendapatkan hasil monitoring yang lebih efektif.
Tips untuk Monitoring yang Efektif dengan MRTG¶
- Pilih Parameter yang Relevan: Jangan memantau terlalu banyak parameter yang tidak relevan. Fokus pada parameter kunci yang penting untuk kinerja jaringan dan tujuan monitoring kita. Misalnya, untuk monitoring bandwidth internet, cukup pantau interface router yang terhubung ke ISP.
- Konfigurasi MaxBytes yang Tepat: Konfigurasi nilai
MaxBytes
yang tepat untuk setiap target. Nilai ini menentukan scaling grafik. Jika nilaiMaxBytes
terlalu kecil, grafik akan terlihat mentok di atas. Jika terlalu besar, perubahan kecil pada trafik mungkin tidak terlihat jelas. Sesuaikan nilaiMaxBytes
dengan kapasitas interface atau parameter yang dipantau. - Gunakan Community String SNMP yang Aman: Jangan gunakan community string SNMP default (seperti
public
untuk read-only atauprivate
untuk read-write) di lingkungan produksi. Ganti dengan community string yang lebih kompleks dan sulit ditebak. Sebaiknya gunakan SNMPv3 yang lebih aman dengan enkripsi dan autentikasi. - Periodik Review Grafik: Jangan hanya menginstal MRTG dan membiarkannya berjalan tanpa diperhatikan. Periodik review grafik MRTG untuk memantau tren penggunaan jaringan, mengidentifikasi masalah, dan merencanakan kapasitas jaringan.
- Integrasikan dengan Tools Alerting: Karena MRTG tidak memiliki fitur alerting bawaan, integrasikan dengan tools alerting eksternal seperti script sederhana yang memonitor log file MRTG atau menggunakan tools monitoring lain yang lebih lengkap yang bisa membaca data MRTG.
- Dokumentasikan Konfigurasi: Dokumentasikan konfigurasi MRTG, termasuk daftar perangkat yang dipantau, parameter yang dikumpulkan, dan konfigurasi lainnya. Dokumentasi ini akan sangat berguna untuk troubleshooting dan maintenance di masa mendatang.
- Pertimbangkan Alternatif Jika Perlu: Jika kebutuhan monitoring jaringan kita berkembang dan MRTG tidak lagi mencukupi, jangan ragu untuk mempertimbangkan alternatif yang lebih canggih seperti Zabbix, Nagios, atau PRTG. Pilihlah tools yang paling sesuai dengan kebutuhan, anggaran, dan keahlian tim kita.
Kesimpulan¶
MRTG adalah tools monitoring jaringan klasik yang sederhana, gratis, dan efektif untuk memantau lalu lintas jaringan dan parameter dasar lainnya. Meskipun tergolong jadul dan memiliki fitur yang terbatas dibandingkan tools monitoring modern, MRTG tetap relevan dan banyak digunakan karena kemudahan penggunaan, resource yang ringan, dan grafik yang informatif. MRTG cocok untuk penggunaan pribadi, organisasi kecil, atau sebagai solusi monitoring dasar di lingkungan yang lebih besar. Namun, untuk kebutuhan monitoring yang lebih kompleks, scalable, dan user-friendly, alternatif seperti Zabbix, Nagios, Prometheus, atau PRTG mungkin lebih disarankan. Pilihan tools monitoring terbaik tergantung pada kebutuhan spesifik, anggaran, dan keahlian tim.
Masa Depan MRTG dan Network Monitoring¶
Meskipun MRTG sudah cukup lama tidak mengalami perkembangan signifikan, konsep dasar monitoring jaringan yang diusungnya tetap relevan. Kebutuhan untuk memantau jaringan akan terus meningkat seiring dengan kompleksitas jaringan dan ketergantungan kita pada infrastruktur digital. Tools monitoring modern terus berkembang dengan fitur-fitur yang lebih canggih, visualisasi data yang lebih menarik, automasi, dan integrasi dengan teknologi baru seperti cloud computing dan containerization. Namun, kesederhanaan dan efektivitas MRTG tetap menjadi daya tarik tersendiri, terutama untuk kasus penggunaan yang sederhana dan lingkungan dengan sumber daya terbatas. Mungkin MRTG tidak akan menjadi trendsetter di masa depan, tetapi ia akan tetap menjadi salah satu tools monitoring jaringan yang reliable dan accessible untuk banyak orang.
Bagaimana pengalamanmu dengan MRTG? Atau mungkin kamu punya tools monitoring jaringan favorit lainnya? Yuk, share di kolom komentar!
Posting Komentar