Vlog dan Blog: Penjelasan Mudah Tentang Dua Dunia Konten Ini

Table of Contents

Pernah dengar kata “blog” atau “vlog”? Pasti sering, ya. Dua istilah ini sering banget kita temui di dunia maya, terutama di platform-platform berbagi konten. Sekilas mungkin terdengar mirip, sama-sama platform buat berbagi cerita atau informasi. Tapi, sebenarnya blog dan vlog itu dua hal yang berbeda lho. Yuk, kita bedah satu per satu biar makin paham.

Mengenal Lebih Dekat: Apa Itu Blog?

Secara sederhana, blog itu singkatan dari weblog. Awalnya, blog ini muncul sebagai semacam buku harian online atau jurnal pribadi di internet. Seseorang bisa menuliskan pemikiran, opini, atau cerita sehari-hari mereka di sebuah website yang disebut blog. Konten utamanya berbasis teks, meskipun sekarang blog juga bisa menyertakan gambar, infografis, bahkan video yang disematkan (embedded).

Definisi dan Konsep Dasar Blog

Jadi, kalau kita bicara apa itu blog, kita merujuk pada sebuah website atau platform daring di mana seseorang atau sekelompok orang mempublikasikan konten secara berkala. Konten ini biasanya disusun dalam format artikel atau tulisan yang diurutkan berdasarkan tanggal publikasi, mulai dari yang terbaru hingga yang terlama. Topik yang dibahas bisa apa saja, mulai dari hobi, traveling, kuliner, tutorial, berita, sampai opini pribadi.

Blog ini memberikan ruang bagi siapa saja untuk berbagi informasi, pengetahuan, atau sekadar cerita. Yang paling penting dari blog adalah kontennya yang dominan dalam bentuk tulisan. Meskipun ada elemen visual, fokus utamanya tetap pada penyampaian pesan melalui kata-kata tertulis. Inilah yang membedakannya dengan platform konten lain yang lebih mengutamakan visual atau audio.

Evolusi Blog dari Masa ke Masa

Perjalanan blog dimulai di akhir tahun 90-an. Saat itu, blog masih sangat sederhana, lebih mirip halaman website personal yang di-update manual. Kemudian, muncullah platform-platform blogging yang memudahkan orang awam untuk membuat blog tanpa perlu tahu coding sama sekali, seperti Blogger (dulunya Blogspot) dan WordPress. Ini yang bikin booming di awal tahun 2000-an.

Dari sekadar jurnal pribadi, blog berkembang jadi sumber informasi, berita alternatif, forum diskusi, hingga media promosi bisnis. Para penulis blog, atau yang biasa disebut blogger, mulai dianggap sebagai suara atau influencer di niche mereka. Perkembangan teknologi dan internet membuat blog makin mudah diakses dan dibuat, menjadikannya salah satu bentuk konten digital paling tua dan tetap relevan sampai sekarang.

Berbagai Jenis Blog Populer

Blog itu macam-macam banget jenisnya, tergantung topik dan tujuannya. Ada blog pribadi (personal blog) yang isinya curhatan atau cerita hidup si penulis. Ada juga blog niche yang fokus membahas topik spesifik, misalnya food blog (kuliner), travel blog (jalan-jalan), tech blog (teknologi), atau fashion blog. Jenis blog ini biasanya jadi rujukan karena penulisnya dianggap ahli di bidang itu.

Selain itu, ada blog profesional atau corporate blog yang dibuat oleh perusahaan untuk berbagi berita, update produk, atau artikel informatif seputar industri mereka. Ada juga blog afiliasi yang fokus merekomendasikan produk orang lain dan mendapatkan komisi. Pilihan jenis blog ini bergantung pada minat, tujuan, dan niche yang ingin kamu garap.

apa itu blog
Image just for illustration

Komponen Penting Sebuah Blog

Sebuah blog biasanya punya beberapa komponen utama. Yang paling fundamental tentu saja artikel atau post yang berisi tulisan si blogger. Artikel ini biasanya punya judul, isi, dan tanggal publikasi. Selain artikel, ada juga halaman statis (seperti halaman ‘About Me’ atau ‘Contact’). Fitur komentar juga jadi bagian penting, memungkinkan interaksi antara blogger dan pembaca.

Desain atau tampilan blog juga memegang peranan penting dalam kenyamanan pembaca. Navigasi yang mudah, tata letak yang rapi, dan kecepatan loading halaman akan membuat pembaca betah. Sidebar sering digunakan untuk menampilkan profil penulis, kategori artikel, arsip, atau iklan. Komponen-komponen ini bekerja sama untuk menciptakan pengalaman membaca yang optimal.

Kelebihan Menulis Blog

Menulis blog punya banyak kelebihan. Pertama, aksesibilitas-nya tinggi; hampir semua orang dengan koneksi internet bisa membaca blog kapan saja dan di mana saja. Kedua, biaya awal untuk memulai blog relatif rendah dibandingkan platform lain yang butuh alat mahal. Kamu bisa mulai dengan platform gratis seperti Blogger atau WordPress.com.

Ketiga, blog sangat bagus untuk berbagi informasi mendalam dan detail. Format tulisan memungkinkan kamu menjelaskan topik kompleks dengan runtut. Keempat, blog punya potensi besar untuk optimasi mesin pencari (SEO), artinya blog kamu bisa lebih mudah ditemukan orang di Google. Terakhir, menulis blog bisa jadi cara yang bagus untuk mengembangkan skill menulis dan membangun portofolio.

Tantangan dalam Blogging

Meski banyak kelebihannya, blogging juga punya tantangan tersendiri. Salah satunya adalah persaingan yang sangat ketat. Ada jutaan blog di luar sana, jadi butuh upaya ekstra untuk menonjol dan mendapatkan pembaca. Tantangan lainnya adalah konsistensi dalam membuat konten. Menulis artikel berkualitas secara rutin butuh waktu dan dedikasi.

Selain itu, butuh kesabaran karena membangun audiens blog itu biasanya butuh waktu lama. Traffic tidak akan datang dalam semalam. Kamu juga perlu terus belajar tentang SEO dan strategi pemasaran konten agar blogmu bisa ditemukan. Terakhir, meskipun biayanya rendah, kamu mungkin perlu berinvestasi pada domain berbayar atau hosting untuk kontrol dan fitur yang lebih baik jika ingin serius.

Cara Blog Menghasilkan Uang

Banyak blogger yang bisa menghasilkan uang dari blog mereka. Salah satu cara paling umum adalah melalui iklan, seperti Google AdSense. Ketika blog kamu punya traffic tinggi, kamu bisa memasang iklan dan mendapatkan bayaran dari setiap klik atau tayangan iklan. Cara lain adalah marketing afiliasi, di mana kamu merekomendasikan produk atau jasa dan dapat komisi jika ada pembaca yang membeli melalui link afiliasi kamu.

Sponsored post juga jadi sumber pendapatan, yaitu dibayar untuk menulis artikel review atau promosi produk/jasa tertentu. Blogger yang sudah punya nama bisa menjual produk digital mereka sendiri, seperti e-book, kursus online, atau template. Terakhir, blog bisa jadi platform untuk mempromosikan jasa yang kamu tawarkan, misalnya jasa konsultasi, penulisan, atau desain. Potensi monetisasi blog cukup beragam tergantung pada niche dan audiensmu.

Mengenal Lebih Dekat: Apa Itu Vlog?

Nah, sekarang kita pindah ke vlog. Kalau blog itu weblog (jurnal berbasis web), vlog adalah singkatan dari video blog. Sesuai namanya, vlog itu adalah bentuk blog yang menggunakan video sebagai medium utamanya. Mirip seperti blog yang berbasis teks, vlog juga bisa berisi cerita sehari-hari, opini, review, tutorial, atau konten informatif lainnya, tapi disampaikan dalam format video.

Definisi dan Konsep Dasar Vlog

Jadi, apa yang dimaksud vlog? Vlog adalah kegiatan membuat dan mempublikasikan video secara rutin di platform seperti YouTube, Instagram, TikTok, atau Facebook. Pembuat vlog disebut vlogger. Konten vlog bisa sangat bervariasi, mulai dari merekam kegiatan harian (daily vlog), traveling (travel vlog), me-review produk (review vlog), hingga memberikan tutorial visual.

Inti dari vlog adalah konten visual bergerak yang dilengkapi dengan audio. Vlogger seringkali berbicara langsung ke kamera, seolah-olah sedang berbicara dengan penontonnya. Ini menciptakan rasa koneksi pribadi yang kuat antara vlogger dan audiens. Kualitas video, audio, dan editing menjadi faktor penting dalam menentukan apakah sebuah vlog menarik atau tidak.

Ledakan Popularitas Vlog (Era YouTube)

Meskipun konsep video sharing sudah ada sebelumnya, popularitas vlog benar-benar meledak sejak munculnya platform YouTube di tahun 2005. YouTube menyediakan platform yang sangat mudah bagi siapa saja untuk mengunggah dan menonton video. Seiring meningkatnya kecepatan internet dan kualitas kamera ponsel, membuat dan menonton vlog jadi makin mudah dan terjangkau.

YouTube menjadi rumah utama bagi para vlogger dari seluruh dunia. Keberhasilan beberapa vlogger yang meraih ketenaran dan penghasilan fantastis semakin memicu banyak orang untuk ikut terjun ke dunia vlogging. Platform media sosial lain seperti Instagram (melalui Reels), TikTok, dan Facebook juga ikut berkontribusi pada penyebaran format vlog, menjadikannya salah satu bentuk konten digital paling dominan saat ini.

apa itu vlog
Image just for illustration

Berbagai Jenis Vlog Populer

Sama seperti blog, vlog juga punya beragam jenis. Daily vlog adalah salah satu yang paling populer, isinya rekaman kegiatan vlogger sehari-hari yang diedit menjadi video menarik. Ada travel vlog yang mendokumentasikan perjalanan ke berbagai tempat, seringkali menampilkan keindahan lokasi dan tips traveling. Review vlog fokus pada review produk, film, makanan, atau game.

Jenis vlog lainnya termasuk tutorial vlog (cara melakukan sesuatu), gaming vlog (rekaman saat bermain game), beauty/fashion vlog, dan edukasi vlog (menjelaskan topik tertentu secara visual). Pemilihan jenis vlog sangat dipengaruhi oleh minat dan niche yang ingin digeluti si vlogger, serta jenis konten yang paling nyaman mereka buat dalam format video.

Komponen Penting Sebuah Vlog

Vlog yang baik biasanya terdiri dari beberapa komponen penting. Yang pertama adalah konten video itu sendiri, yang direkam menggunakan kamera (bisa kamera profesional, kamera saku, atau bahkan smartphone). Kualitas audio juga krusial; suara yang jelas membuat penonton nyaman. Editing adalah proses yang sangat penting dalam vlog, di sinilah raw footage diolah menjadi video yang menarik, ditambahkan musik latar, teks, efek visual, dan transisi.

Thumbnail video yang menarik juga sangat penting agar orang mau mengklik. Deskripsi video, judul yang clicky, dan tag yang relevan membantu video ditemukan di platform seperti YouTube. Interaksi melalui kolom komentar juga jadi elemen penting untuk membangun komunitas penonton.

Kelebihan Membuat Vlog

Kelebihan utama vlog adalah daya tarik visual dan audio yang tinggi, membuatnya sangat engaging dan mudah dinikmati banyak orang, termasuk mereka yang kurang suka membaca teks panjang. Vlog memungkinkan koneksi personal yang lebih kuat antara vlogger dan penonton karena penonton bisa melihat langsung ekspresi dan kepribadian vlogger.

Vlog punya potensi viralitas yang lebih tinggi dibandingkan blog. Video yang menarik bisa dengan cepat menyebar di berbagai platform. Vlog juga seringkali terasa lebih otentik dan spontan, terutama untuk daily vlog atau travel vlog. Untuk topik tertentu, seperti tutorial atau review produk, format video jauh lebih efektif dalam mendemonstrasikan sesuatu.

Tantangan dalam Vlogging

Membuat vlog juga punya tantangan tersendiri. Investasi awal untuk peralatan (kamera, mikrofon, lighting, komputer editing yang mumpuni) cenderung lebih tinggi dibandingkan blog. Proses produksinya juga lebih kompleks dan memakan waktu, mulai dari syuting hingga editing yang bisa berjam-jam.

Tantangan lain adalah tampil di depan kamera. Tidak semua orang nyaman berbicara di depan kamera dan membagikan sebagian hidup mereka secara visual. Selain itu, vlogger juga sangat bergantung pada algoritma platform (misalnya algoritma YouTube) untuk mendapatkan exposure, yang terkadang bisa sulit diprediksi. Kualitas koneksi internet juga jadi faktor penting, baik saat mengunggah video maupun saat penonton menikmatinya.

Cara Vlog Menghasilkan Uang

Seperti blog, vlog juga punya berbagai cara untuk menghasilkan uang. Sumber pendapatan utama vlogger di platform seperti YouTube adalah dari iklan yang tayang di video mereka (melalui program monetisasi platform). Semakin banyak penonton menonton iklan di video kamu, semakin besar pendapatan yang kamu dapat.

Sponsored video atau endorsement juga sangat umum, di mana vlogger dibayar oleh merek untuk membuat video yang menampilkan atau me-review produk/jasa mereka. Vlogger dengan basis penggemar yang kuat bisa menjual merchandise mereka sendiri. Afiliasi marketing juga bisa dilakukan di vlog, misalnya dengan menaruh link produk di deskripsi video. Terakhir, vlogger juga bisa mendapatkan dukungan langsung dari penonton melalui donasi, membership, atau platform seperti Patreon.

Inti Perbedaan: Blog vs. Vlog

Setelah mengenal keduanya, kini saatnya kita merangkum apa saja perbedaan utama antara blog dan vlog. Meskipun tujuannya sama-sama berbagi konten, cara penyampaiannya sangat berbeda.

Medium yang Digunakan

Ini adalah perbedaan paling mendasar. Blog menggunakan teks dan gambar sebagai medium utama penyampaian konten. Sementara itu, vlog mengandalkan video yang berisi visual dan audio. Pengalaman audiens pun berbeda; membaca blog adalah pengalaman membaca pasif, sementara menonton vlog adalah pengalaman menonton visual dan audio yang lebih aktif.

Proses Kreatif dan Produksi

Proses pembuatan kontennya juga berbeda signifikan. Blogging melibatkan proses menulis, menyusun tata letak, dan memilih gambar. Ini membutuhkan keterampilan menulis yang baik dan pemahaman tentang struktur artikel. Vlogging melibatkan proses syuting (mereka adegan), merekam suara, dan melakukan editing video. Ini membutuhkan keterampilan merekam dan mengedit yang memadai.

Peralatan dan Investasi Awal

Peralatan yang dibutuhkan pun tidak sama. Untuk blogging, kamu minimal hanya butuh komputer atau laptop dan koneksi internet. Kamu bisa mulai di platform gratis. Untuk vlogging, kamu setidaknya butuh smartphone dengan kamera bagus, atau kamera, mikrofon, dan komputer dengan spesifikasi mumpuni untuk editing. Investasi awal untuk vlogging cenderung lebih tinggi.

Keterlibatan Personal

Vlog cenderung menawarkan tingkat keterlibatan personal yang lebih tinggi. Penonton bisa melihat wajah, mendengar suara, dan merasakan kepribadian vlogger secara langsung. Ini bisa membangun koneksi emosional yang lebih kuat dan cepat. Blog, meskipun bisa sangat personal, koneksinya dibangun melalui gaya menulis dan komentar.

Tabel Perbandingan Blog vs Vlog

Untuk lebih jelasnya, yuk lihat tabel perbandingan singkat ini:

Fitur Blog Vlog
Medium Utama Teks, Gambar Video (Visual & Audio)
Proses Produksi Menulis, Menyusun, Editing Teks Syuting, Merekam Suara, Editing Video
Peralatan Dasar Komputer/Laptop, Internet Kamera/Smartphone, Mic, Komputer Editing, Internet
Investasi Awal Relatif Rendah Cenderung Lebih Tinggi
Koneksi Audiens Lewat Tulisan & Komentar Langsung Visual & Audio, Komentar
SEO/Algorithm Sangat Penting (Keyword, Struktur) Penting, tapi Engagement (Watch time) Juga
Potensi Viral Bisa Viral, Tapi Cenderung Lambat Potensi Viral Cepat (Terutama di Platform Video)
Fokus Utama Informasi Detail, Opini Tertulis Pengalaman Visual, Cerita Naratif Video

Target Audiens

Perbedaan medium juga mempengaruhi target audiens. Blog biasanya menarik orang yang lebih suka membaca, mencari informasi mendalam, atau belajar langkah demi langkah (misal: tutorial tertulis). Vlog lebih menarik bagi orang yang lebih suka menonton, mencari hiburan visual, atau ingin melihat demonstrasi langsung. Audiens vlog cenderung lebih luas dan bervariasi karena format video lebih universal dan mudah dinikmati.

Titik Temu: Persamaan Antara Blog dan Vlog

Meski berbeda medium, blog dan vlog punya banyak kesamaan fundamental lho. Keduanya adalah alat yang ampuh untuk berbagi dan berkomunikasi di era digital.

Tujuan Berbagi Informasi/Pengalaman

Baik blog maupun vlog pada dasarnya memiliki tujuan yang sama: berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan, atau hiburan dengan audiens yang lebih luas. Keduanya memungkinkan individu untuk mengekspresikan diri dan ide-ide mereka kepada dunia.

Membangun Komunitas

Blogging dan vlogging sama-sama memungkinkan pembuat konten untuk membangun komunitas di sekitar topik atau kepribadian mereka. Melalui kolom komentar, media sosial, atau live session, blogger dan vlogger bisa berinteraksi langsung dengan audiens mereka, menjawab pertanyaan, dan menciptakan rasa keterhubungan.

Potensi Monetisasi

Seperti yang sudah dibahas, keduanya menawarkan berbagai cara untuk menghasilkan uang dari konten yang dibuat. Ini memungkinkan hobi menulis atau membuat video bisa berkembang menjadi karier penuh waktu bagi sebagian orang.

Perlunya Konsistensi dan Kualitas

Apapun mediumnya, baik blog maupun vlog membutuhkan konsistensi dalam publikasi konten dan perhatian pada kualitas. Konten yang di-update secara rutin dan punya kualitas baik (tulisan jelas/video jernih) akan lebih disukai audiens dan platform.

Memilih Jalur yang Tepat: Blog, Vlog, atau Keduanya?

Bingung mau mulai yang mana? Blog atau vlog? Atau malah keduanya? Keputusan ini sebaiknya disesuaikan dengan beberapa faktor personal dan tujuanmu.

Evaluasi Minat dan Keterampilan

Pikirkan, kamu lebih suka mana? Apakah kamu senang menulis dan menuangkan ide lewat kata-kata? Atau kamu lebih nyaman bicara di depan kamera dan punya bakat editing video? Pilih yang paling sesuai dengan minat dan skill alami kamu. Kalau kamu jago nulis tapi grogi di depan kamera, mulai dengan blog mungkin lebih pas. Sebaliknya, kalau kamu ekspresif dan suka merekam momen, vlog bisa jadi pilihan.

Sesuaikan dengan Topik Konten

Beberapa topik memang lebih cocok dalam format tertentu. Tutorial coding atau resep masakan dengan langkah-langkah detail mungkin lebih mudah diikuti dalam bentuk teks di blog. Sementara itu, review gadget, traveling, atau tutorial make-up akan jauh lebih menarik jika disajikan dalam bentuk video di vlog. Pertimbangkan topik yang ingin kamu bahas dan format apa yang paling efektif untuk menyampaikannya.

Pertimbangkan Ketersediaan Sumber Daya

Lihat anggaran dan waktu yang kamu punya. Memulai blog biasanya butuh modal awal yang lebih rendah dan waktu produksi yang mungkin lebih singkat per konten (tergantung kedalaman artikel). Vlogging seringkali butuh investasi alat yang lebih besar dan waktu editing yang lumayan lama. Pastikan kamu punya sumber daya yang cukup untuk memulai dan konsisten.

Pikirkan Tentang Tujuan Jangka Panjang

Apa sih tujuanmu membuat konten? Apakah ingin jadi penulis profesional, influencer visual, atau berbagi hobi? Jika kamu ingin membangun brand personal yang kuat dan mudah diingat, vlog seringkali lebih cepat mencapai tujuan tersebut karena penonton langsung melihatmu. Jika kamu ingin jadi sumber informasi terpercaya untuk topik spesifik, blog dengan artikel mendalam bisa jadi pilihan terbaik.

Jangan lupakan juga opsi menggabungkan keduanya. Banyak creator sukses yang punya blog dan juga channel YouTube. Mereka menggunakan blog untuk artikel mendalam atau suplemen info, dan vlog untuk interaksi visual atau konten yang lebih personal/demonstratif. Ini bisa jadi strategi ampuh untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

creator konten digital
Image just for illustration

Fakta Menarik Seputar Dunia Konten Digital

Dunia blog dan vlog ini menyimpan banyak fakta menarik lho. Misalnya, tahukah kamu bahwa blog pertama di dunia muncul di tahun 1994? Jauh sebelum internet sepopuler sekarang! Atau bahwa YouTube sekarang ditonton miliaran jam setiap harinya?

Industri pembuatan konten digital ini terus berkembang pesat. Banyak individu yang awalnya hanya iseng berbagi hobi, kini bisa hidup mapan dari blog atau vlog mereka. Bahkan, beberapa nama besar di dunia influencer global punya pendapatan tahunan sampai jutaan dolar AS dari platform ini. Ini menunjukkan betapa besarnya potensi yang ada di dunia blog dan vlog.

Tips Sukses Menjadi Creator Konten (Untuk Blog & Vlog)

Apapun pilihanmu, baik blog atau vlog (atau keduanya), ada beberapa tips dasar yang bisa membantumu meraih kesuksesan.

Temukan Niche Kamu

Jangan coba membahas segalanya. Fokus pada satu atau beberapa topik yang kamu kuasai, minati, dan punya nilai bagi audiens. Niche yang spesifik akan membantumu menarik audiens yang tepat dan membangun otoritas di bidang tersebut.

Fokus pada Kualitas (Baik Tulisan maupun Video)

Untuk blog, pastikan tulisanmu jelas, informatif, dan mudah dibaca. Perhatikan grammar dan ejaan. Untuk vlog, pastikan kualitas video dan audionya bagus, serta editing-nya rapi dan tidak membosankan. Konten berkualitas akan membuat audiens betah dan kembali lagi.

Belajar SEO (untuk Blog) atau Algorithm (untuk Vlog)

Agar kontenmu ditemukan orang, kamu perlu memahami cara kerja platform yang kamu gunakan. Untuk blog di website sendiri, pelajari SEO (Search Engine Optimization) agar artikelmu muncul di hasil pencarian Google. Untuk vlog di YouTube, pelajari cara kerja algoritma YouTube agar videomu direkomendasikan ke penonton yang tepat.

Berinteraksi dengan Audiens

Jangan jadi creator yang pasif. Balas komentar, ajak diskusi, dan dengarkan feedback dari audiensmu. Membangun komunitas yang aktif adalah kunci kesuksesan jangka panjang. Audiens yang merasa didengar akan lebih setia.

Jangan Takut Bereksperimen

Dunia konten digital terus berubah. Jangan ragu mencoba format baru, topik berbeda (tapi masih dalam niche), atau cara penyampaian yang unik. Belajar dari creator lain, lihat tren, tapi tetap cari gaya orisinalmu sendiri. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar.

Masa Depan Konten: Integrasi dan Inovasi

Ke depannya, batasan antara blog dan vlog mungkin akan semakin kabur. Banyak blogger yang mulai membuat video, dan banyak vlogger yang punya blog untuk konten pendukung. Format konten seperti podcast, newsletter, dan live streaming juga semakin populer. Yang jelas, kebutuhan akan konten berkualitas yang relevan dan menarik akan terus ada. Menjadi seorang creator konten, baik lewat blog, vlog, atau medium lainnya, adalah sebuah perjalanan yang dinamis dan penuh peluang.

Kesimpulan Ringkas

Intinya, blog itu jurnal online berbasis teks yang cocok untuk informasi mendalam dan diskusi tertulis, sementara vlog itu jurnal online berbasis video yang kuat dalam penyampaian visual dan personal. Keduanya adalah medium yang valid dan powerful untuk berbagi ide dan membangun komunitas di dunia digital. Memilih salah satu (atau bahkan keduanya) tergantung pada preferensi pribadi, skill, topik konten, dan tujuan yang ingin dicapai. Yang terpenting adalah mulai, konsisten, dan terus belajar!

Gimana, sekarang udah lebih jelas kan bedanya blog dan vlog? Atau mungkin jadi makin semangat buat mulai bikin konten? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar! Kamu lebih tertarik buat ngeblog atau nge-vlog? Atau malah sudah jalanin salah satunya? Ceritain pengalamanmu ya!

Posting Komentar