Kenali Lebih Dekat: Apa Itu Warisan Budaya Dunia?
Oke, kita sering dengar istilah “Warisan Dunia” atau “World Heritage”, terutama kalau lagi jalan-jalan ke tempat bersejarah atau alam yang keren banget. Tapi sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan Warisan Budaya Dunia atau Warisan Dunia secara umum itu? Yuk, kita bedah bareng-bareng.
Secara sederhana, Warisan Dunia adalah tempat atau properti (bisa berupa lokasi, bangunan, situs, atau area) yang ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Penetapan ini bukan sembarangan, lho. Situs-situs ini dipilih karena punya apa yang disebut “Nilai Universal Luar Biasa” atau Outstanding Universal Value (OUV).
Image just for illustration
Maksudnya OUV itu apa? Artinya, nilai situs tersebut sangat penting bagi seluruh umat manusia, bukan cuma buat negara di mana situs itu berada. Nilainya bisa dari sisi sejarah, seni, ilmu pengetahuan, estetika, atau ekologi. Jadi, Warisan Dunia ini dianggap sebagai harta karun bersama yang harus dijaga kelestariannya buat generasi sekarang dan yang akan datang di seluruh dunia.
Ide tentang Warisan Dunia ini muncul dari sebuah konvensi internasional yang diadakan oleh UNESCO pada tahun 1972, namanya Convention concerning the Protection of the World Cultural and Natural Heritage. Konvensi inilah yang jadi dasar hukum dan kerangka kerja penetapan serta perlindungan situs-situs tersebut. Tujuannya mulia, yaitu menyatukan negara-negara di dunia untuk melindungi tempat-tempat paling berharga di planet ini.
Siapa yang Menetapkan dan Mengelola Warisan Dunia? Peran UNESCO¶
Seperti yang udah disebut, UNESCO lah yang memegang peran utama. Lewat Konvensi 1972 itu, dibentuklah sebuah badan khusus bernama Komite Warisan Dunia (World Heritage Committee). Nah, Komite inilah yang punya wewenang tertinggi dalam menentukan situs mana yang layak masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.
Komite ini terdiri dari perwakilan 21 negara anggota Konvensi yang dipilih secara bergantian. Mereka bersidang setiap tahun untuk mengevaluasi nominasi situs baru, meninjau laporan kondisi situs yang sudah terdaftar, dan mengambil keputusan penting terkait perlindungan Warisan Dunia. Mereka juga yang memutuskan situs mana yang perlu dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya (List of World Heritage in Danger) kalau kondisinya terancam.
Selain Komite, ada juga tiga badan penasihat teknis yang membantu UNESCO dalam proses evaluasi:
1. ICOMOS (International Council on Monuments and Sites): Menilai situs warisan budaya.
2. IUCN (International Union for Conservation of Nature): Menilai situs warisan alam.
3. ICCROM (International Centre for the Study of the Preservation and Restoration of Cultural Property): Memberikan saran mengenai konservasi dan pelatihan.
Jadi, prosesnya sangat selektif dan melibatkan banyak ahli dari berbagai bidang. Negara yang mengusulkan sebuah situs (disebut State Party) harus menyiapkan berkas nominasi yang super detail dan komprehensif, menjelaskan kenapa situsnya punya OUV dan bagaimana rencana pengelolaannya ke depan.
Kenapa Penting Banget Ada Warisan Dunia? Melestarikan Nilai Universal Luar Biasa¶
Pentingnya Warisan Dunia terletak pada Outstanding Universal Value (OUV) yang mereka miliki. Situs-situs ini bukan cuma penting buat identitas nasional atau lokal, tapi punya arti yang lebih luas bagi kemanusiaan.
Image just for illustration
Misalnya, Candi Borobudur di Indonesia. Itu bukan cuma milik Indonesia, tapi adalah mahakarya arsitektur dan keagamaan Buddha yang pengaruhnya meluas ke berbagai peradaban. Atau Taman Nasional Komodo, ekosistem unik tempat komodo hidup yang punya nilai ilmiah dan konservasi global.
Dengan ditetapkan sebagai Warisan Dunia, situs-situs ini mendapatkan pengakuan internasional. Pengakuan ini bisa memicu kesadaran global akan pentingnya pelestarian, membuka peluang kerja sama internasional dalam konservasi, dan bahkan bisa meningkatkan potensi pariwisata (yang tentunya harus dikelola secara berkelanjutan).
Selain itu, penetapan ini juga mendorong negara pemilik situs untuk memperkuat komitmen dan upaya perlindungan. Ada panduan teknis, bantuan finansial (meskipun terbatas), dan dukungan ahli yang bisa diakses melalui mekanisme Konvensi Warisan Dunia. Ini membantu memastikan bahwa tempat-tempat istimewa ini tidak rusak atau hilang ditelan waktu atau perubahan zaman.
Dua Kategori Utama Warisan Dunia: Budaya dan Alam (Plus Campuran)¶
Secara garis besar, Warisan Dunia dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu Warisan Budaya dan Warisan Alam. Tapi ada juga kategori ketiga, yaitu Warisan Campuran.
Warisan Budaya¶
Ini mencakup situs-situs yang punya nilai sejarah, arkeologi, seni, atau arsitektur yang luar biasa, hasil karya manusia atau kombinasi manusia dan alam. Contohnya:
- Monumen: Karya arsitektur monumental, patung, atau elemen arkeologi. (Contoh: Piramida di Mesir, Kuil Angkor Wat di Kamboja).
- Kelompok Bangunan: Kumpulan bangunan yang karena arsitektur, keseragaman, atau posisinya dalam lanskap punya nilai sejarah atau seni. (Contoh: Kota Lama Yerusalem dan Bentengnya, Pusat Sejarah Firenze).
- Situs: Area yang punya karya gabungan manusia dan alam, termasuk situs arkeologi. (Contoh: Lanskap Budaya Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana, Situs Manusia Purba Sangiran).
Warisan Budaya seringkali menceritakan kisah peradaban manusia, evolusi budaya, atau pencapaian luar biasa di masa lalu.
Warisan Alam¶
Kategori ini mencakup formasi geologi, area fisik, biologi, atau situs alam yang punya nilai estetika, ilmiah, atau konservasi yang luar biasa. Contohnya:
- Formasi Geologi atau Fisiografi: Mencerminkan tahapan utama sejarah Bumi. (Contoh: Grand Canyon National Park di AS).
- Fitur Geomorfologi: Mencerminkan proses geologi yang sedang berlangsung. (Contoh: Taman Nasional Komodo di Indonesia).
- Fenomena Alam Superlatif atau Area Keindahan Alam Luar Biasa: Pemandangan yang menakjubkan. (Contoh: Air Terjun Iguazu di Argentina/Brasil).
- Habitat Spesies Terancam: Area yang punya nilai terbesar untuk konservasi keanekaragaman hayati. (Contoh: Taman Nasional Lorentz di Indonesia, Galapagos Islands di Ekuador).
Warisan Alam seringkali adalah tempat-tempat dengan ekosistem unik, keanekaragaman hayati tinggi, atau keindahan alam yang spektakuler yang perlu dijaga keasliannya.
Warisan Campuran¶
Ini adalah situs yang memenuhi kriteria baik untuk Warisan Budaya maupun Warisan Alam. Jumlahnya tidak sebanyak dua kategori lainnya, tapi menunjukkan betapa eratnya hubungan antara manusia dan lingkungannya. Contoh terkenal Warisan Campuran adalah Machu Picchu di Peru atau Taman Nasional Tongariro di Selandia Baru. Indonesia sendiri belum memiliki situs Warisan Campuran yang terdaftar.
Image just for illustration
Pembagian kategori ini membantu UNESCO dan negara anggota untuk menyusun strategi perlindungan dan pengelolaan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing situs.
Bagaimana Sebuah Situs Bisa Terdaftar? Proses yang Panjang dan Ketat¶
Mendaftarkan sebuah situs menjadi Warisan Dunia bukanlah perkara mudah. Prosesnya cukup panjang, kompleks, dan butuh kerja keras dari negara yang bersangkutan (State Party).
Pertama, negara harus punya Daftar Sementara (Tentative List). Ini semacam daftar inventaris situs-situs di wilayah mereka yang dianggap berpotensi memiliki OUV dan ingin dinominasikan di masa depan. Daftar ini harus diserahkan ke UNESCO. Situs hanya bisa dinominasikan kalau sudah ada di Daftar Sementara ini setidaknya selama satu tahun.
Setelah itu, negara bisa mulai mempersiapkan Berkas Nominasi. Berkas ini harus sangat detail dan mencakup:
* Deskripsi situs dan batas wilayahnya.
* Penjelasan mendalam mengapa situs tersebut memenuhi satu atau lebih dari sepuluh kriteria OUV yang sudah ditetapkan oleh UNESCO.
* Penjelasan tentang integritas (keutuhan) dan keaslian (authenticity) situs (khusus untuk situs budaya).
* Rencana pengelolaan yang jelas, termasuk upaya perlindungan hukum dan langkah-langkah konservasi.
* Peta, foto, dan dokumentasi pendukung lainnya.
Berkas nominasi ini kemudian diserahkan ke Pusat Warisan Dunia UNESCO, yang lalu meneruskannya ke badan penasihat yang relevan (ICOMOS, IUCN, atau ICCROM). Badan-badan ini akan melakukan evaluasi, termasuk kunjungan lapangan ke situs yang dinominasikan, untuk memverifikasi informasi dalam berkas dan menilai OUV situs tersebut.
Berdasarkan evaluasi badan penasihat, mereka akan memberikan rekomendasi kepada Komite Warisan Dunia: inscripstion (diterima), referral (butuh informasi tambahan atau perbaikan), deferral (penundaan menunggu kajian lebih lanjut), atau not inscription (tidak diterima).
Keputusan akhir ada di tangan Komite Warisan Dunia dalam sidang tahunannya. Komite akan membahas setiap nominasi satu per satu dan mengambil keputusan berdasarkan rekomendasi serta diskusi para anggotanya. Proses ini bisa memakan waktu beberapa tahun dari mulai masuk Daftar Sementara hingga keputusan final.
Kriteria Penilaian: Menjelaskan OUV Lebih Lanjut¶
UNESCO punya sepuluh kriteria OUV yang digunakan untuk mengevaluasi sebuah situs. Sebuah situs harus memenuhi minimal satu dari sepuluh kriteria ini untuk bisa dipertimbangkan masuk Daftar Warisan Dunia.
Enam kriteria pertama (i hingga vi) berkaitan dengan Warisan Budaya:
* (i) Mewakili mahakarya jenius kreatif manusia.
* (ii) Menunjukkan pertukaran nilai-nilai kemanusiaan yang penting dalam rentang waktu atau dalam suatu wilayah budaya di dunia, mengenai perkembangan arsitektur atau teknologi, seni monumental, perencanaan kota, atau desain lanskap.
* (iii) Memberikan kesaksian unik atau setidaknya luar biasa terhadap tradisi budaya atau peradaban yang masih hidup atau yang telah lenyap.
* (iv) Merupakan contoh luar biasa dari jenis bangunan, ansambel arsitektur atau teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan signifikan dalam sejarah manusia.
* (v) Merupakan contoh luar biasa dari permukiman tradisional manusia, penggunaan lahan, atau penggunaan laut yang representatif dari suatu budaya (atau beberapa budaya), atau interaksi manusia dengan lingkungan alam terutama ketika menjadi rentan di bawah dampak perubahan yang signifikan.
* (vi) Secara langsung atau secara nyata terkait dengan peristiwa atau tradisi hidup, gagasan, atau kepercayaan, dengan karya seni dan sastra yang memiliki signifikansi universal yang luar biasa. (Kriteria ini sebaiknya digunakan bersama dengan kriteria lain).
Empat kriteria terakhir (vii hingga x) berkaitan dengan Warisan Alam:
* (vii) Mengandung fenomena alam superlatif atau area keindahan alam dan estetika yang luar biasa.
* (viii) Merupakan contoh luar biasa yang mewakili tahapan utama sejarah Bumi, termasuk catatan kehidupan, proses geologi signifikan yang sedang berlangsung dalam perkembangan bentang alam, atau fitur geomorfik atau fisiografik signifikan.
* (ix) Merupakan contoh luar biasa yang mewakili proses ekologi dan biologis yang signifikan dalam evolusi dan perkembangan ekosistem darat, air tawar, pesisir dan laut serta komunitas tumbuhan dan hewan.
* (x) Mengandung habitat alam yang paling penting dan signifikan untuk konservasi in-situ keanekaragaman hayati, termasuk yang mengandung spesies terancam yang memiliki OUV dari sudut pandang sains atau konservasi.
Setiap situs yang dinominasikan harus dijelaskan secara rinci mengapa situs tersebut memenuhi kriteria tertentu dan bagaimana nilai tersebut dianggap “universal” dan “luar biasa”.
Setelah Terdaftar: Tanggung Jawab Perlindungan dan Pemantauan¶
Pendaftaran di Daftar Warisan Dunia bukanlah akhir dari perjuangan, tapi justru permulaan dari tanggung jawab yang lebih besar. Negara yang memiliki situs tersebut berkewajiban penuh untuk melestarikan dan melindungi situs tersebut untuk generasi mendatang.
Komitmen ini mencakup penetapan kerangka hukum yang memadai, penyediaan sumber daya finansial dan manusia, serta penyusunan dan penerapan rencana pengelolaan yang efektif. Rencana pengelolaan ini harus memastikan bahwa OUV situs tetap terjaga, dan bahwa aktivitas seperti pariwisata atau pembangunan tidak merusak situs.
UNESCO dan Komite Warisan Dunia melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi situs-situs terdaftar. Negara pemilik situs diwajibkan mengirimkan laporan berkala mengenai status konservasi situs mereka.
Jika kondisi sebuah situs memburuk atau terancam oleh berbagai faktor (seperti bencana alam, pembangunan yang tidak terkontrol, konflik bersenjata, perubahan iklim, atau pariwisata berlebihan), Komite Warisan Dunia bisa mengambil langkah-langkah tertentu. Salah satunya adalah dengan memasukkan situs tersebut ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya.
Masuk daftar “dalam bahaya” ini bukanlah hukuman, melainkan semacam peringatan dan seruan bantuan. Ini bertujuan untuk menarik perhatian internasional dan memobilisasi dukungan untuk mengatasi ancaman tersebut. Beberapa situs yang berhasil mengatasi ancamannya bisa dikeluarkan kembali dari daftar ini, sementara sayangnya ada juga situs yang terus memburuk dan bahkan dihapus dari Daftar Warisan Dunia (meskipun ini sangat jarang terjadi).
Partisipasi aktif masyarakat lokal di sekitar situs Warisan Dunia juga sangat penting. Mereka adalah penjaga utama dan seringkali memiliki pengetahuan tradisional yang krusial untuk pelestarian. UNESCO sangat menekankan pentingnya melibatkan komunitas lokal dalam setiap tahapan pengelolaan situs.
Warisan Dunia di Indonesia: Harta Karun yang Kita Miliki¶
Indonesia bangga memiliki beberapa situs yang telah diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO, baik budaya maupun alam. Ini menunjukkan kekayaan alam dan budaya luar biasa yang dimiliki Nusantara.
Untuk Warisan Budaya, kita punya:
* Candi Borobudur (ditetapkan 1991): Kompleks candi Buddha terbesar di dunia.
* Candi Prambanan (ditetapkan 1991): Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia.
* Situs Manusia Purba Sangiran (ditetapkan 1996): Situs arkeologi penting untuk memahami evolusi manusia.
* Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana (ditetapkan 2012): Sistem irigasi tradisional yang mencerminkan hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, manusia, dan alam.
* Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (ditetapkan 2019): Bekas kawasan tambang batubara yang menunjukkan transformasi industri di Asia Tenggara pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Sedangkan untuk Warisan Alam, kita memiliki:
* Taman Nasional Komodo (ditetapkan 1991): Habitat asli komodo, kadal terbesar di dunia.
* Taman Nasional Lorentz (ditetapkan 1999): Kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa.
* Hutan Hujan Tropis Sumatra (Tropical Rainforest Heritage of Sumatra) (ditetapkan 2004): Terdiri dari Taman Nasional Gunung Leuser, Kerinci Seblat, dan Bukit Barisan Selatan. Penting untuk konservasi spesies langka dan terancam punah seperti harimau sumatera, orangutan sumatera, dan gajah sumatera.
Image just for illustration
Situs-situs ini bukan cuma objek pariwisata, tapi juga laboratorium alam dan budaya, sumber pengetahuan, serta pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan serta budaya.
Fakta Menarik Seputar Warisan Dunia¶
- Jumlah Situs: Saat ini, ada lebih dari 1.100 situs Warisan Dunia yang tersebar di lebih dari 160 negara. Jumlah ini terus bertambah setiap tahun.
- Negara dengan Situs Terbanyak: Italia dan China biasanya bersaing ketat di posisi teratas dalam jumlah situs Warisan Dunia.
- Situs Pertama: Situs pertama yang masuk daftar pada tahun 1978 antara lain Kepulauan Galapagos (Ekuador), Taman Nasional Yellowstone (AS), dan Kota Krakow (Polandia).
- Situs yang Dihapus: Sangat jarang terjadi, tapi ada beberapa situs yang pernah dihapus dari daftar karena OUV mereka dianggap sudah tidak lagi terjaga akibat berbagai faktor. Contohnya adalah Cagar Alam Oryx Arab (Oman) dan Lembah Elbe Dresden (Jerman). Ini menunjukkan betapa seriusnya UNESCO dalam memantau kondisi situs.
- Situs Transnasional: Banyak situs Warisan Dunia yang melintasi batas negara, dikelola bersama oleh beberapa negara. Contohnya Hutan Beech Purba dan Primer di Carpathians dan Wilayah Lain di Eropa, yang melibatkan lebih dari selusin negara.
Tips Menjelajahi atau Mendukung Warisan Dunia¶
Kalau kamu berencana mengunjungi situs Warisan Dunia, beberapa tips ini bisa membantumu jadi pengunjung yang bertanggung jawab:
- Riset Dulu: Pelajari sejarah, budaya, atau nilai ekologis situs tersebut sebelum datang. Ini akan membuat pengalamanmu lebih kaya.
- Hormati Aturan: Ikuti semua peraturan yang ada, jangan menyentuh atau mengambil artefak, jangan merusak alam, dan patuhi jalur yang sudah ditentukan.
- Dukung Ekonomi Lokal: Belilah suvenir atau jasa dari masyarakat lokal, makan di warung atau restoran milik warga setempat.
- Pertimbangkan Dampakmu: Sadari bahwa kunjunganmu bisa berdampak pada situs dan komunitas lokal. Usahakan seminimal mungkin jejak kakimu.
- Sewa Pemandu Lokal: Pemandu lokal seringkali punya pengetahuan mendalam tentang situs dan cerita-cerita menarik yang tidak ada di buku panduan.
Image just for illustration
Untuk mendukung pelestarian Warisan Dunia, kamu bisa:
- Sebarkan Kesadaran: Ceritakan kepada teman dan keluargamu tentang pentingnya situs-situs ini.
- Pilih Operator Tur yang Bertanggung Jawab: Cari operator tur yang punya komitmen terhadap keberlanjutan dan mendukung komunitas lokal.
- Laporkan Perusakan: Jika kamu melihat ada tindakan perusakan atau ancaman terhadap situs, laporkan ke pengelola situs atau pihak berwenang terkait.
- Donasi: Jika ada organisasi terpercaya yang fokus pada pelestarian situs Warisan Dunia, pertimbangkan untuk memberikan donasi.
Tantangan dalam Melindungi Warisan Dunia¶
Melestarikan Warisan Dunia menghadapi banyak tantangan di abad ke-21. Perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi banyak situs alam (misalnya mencairnya gletser atau pemutihan karang) maupun situs budaya (misalnya naiknya permukaan air laut mengancam kota-kota pesisir bersejarah).
Pembangunan yang tidak terkontrol, urbanisasi, dan infrastruktur modern juga bisa mengancam integritas situs. Pariwisata berlebihan (overtourism) yang tidak dikelola dengan baik bisa menyebabkan kerusakan fisik, kemacetan, dan mengganggu kehidupan masyarakat lokal.
Selain itu, ada juga ancaman dari konflik bersenjata (banyak situs yang rusak atau hancur akibat perang), perburuan liar (untuk situs alam), polusi, kurangnya pendanaan untuk konservasi, dan lemahnya penegakan hukum di beberapa tempat.
Diperlukan kerja sama global dan lokal yang kuat, inovasi dalam metode konservasi, serta kesadaran dan partisipasi aktif dari semua pihak – pemerintah, komunitas lokal, sektor swasta, dan masyarakat internasional – untuk memastikan bahwa Warisan Dunia tetap lestari.
Tabel Contoh Warisan Dunia Terkenal¶
Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh situs Warisan Dunia yang terkenal di dunia dan di Indonesia:
| Nama Situs | Negara | Kategori | Ringkasan Nilai OUV Singkat |
|---|---|---|---|
| Piramida Giza | Mesir | Budaya | Mahakarya arsitektur kuno dan simbol peradaban Mesir. |
| Tembok Besar China | China | Budaya | Struktur pertahanan militer terbesar di dunia, menunjukkan pencapaian teknologi dan organisasi skala besar. |
| Pusat Sejarah Roma, Properti Takhta Suci di Vatikan dan San Paolo | Italia / Takhta Suci (Vatikan) | Budaya | Pusat kekaisaran dan agama, berisi monumen dan bangunan bersejarah yang tak ternilai. |
| Taman Nasional Serengeti | Tanzania | Alam | Salah satu ekosistem migrasi satwa liar terbesar di dunia, keanekaragaman hayati tinggi. |
| Hutan Amazon (Situs Meluas) | Brazil, Peru, Kolombia dll. | Alam | Hutan hujan tropis terbesar dan paling beragam hayati di dunia. |
| Taman Nasional Yosemite | Amerika Serikat | Alam | Keindahan alam luar biasa dengan lembah glasial, air terjun tinggi, dan pohon sequoia raksasa. |
| Candi Borobudur | Indonesia | Budaya | Kompleks candi Buddha abad ke-8 dan ke-9, struktur stupa dan relief yang sangat detail. |
| Taman Nasional Komodo | Indonesia | Alam | Habitat komodo dan keanekaragaman hayati laut yang kaya. |
| Lanskap Budaya Bali (Subak) | Indonesia | Budaya | Sistem irigasi yang unik mencerminkan filosofi Tri Hita Karana dan interaksi manusia dengan alam. |
| Machu Picchu | Peru | Campuran | Permukiman Inca yang menakjubkan di puncak gunung, lanskap alam yang dramatis. |
Daftar ini hanya sebagian kecil saja, masih banyak ratusan situs luar biasa lainnya di seluruh dunia.
Kesimpulan¶
Warisan Dunia adalah pengakuan internasional terhadap tempat-tempat paling berharga di planet ini, baik dari segi budaya maupun alam, yang memiliki Nilai Universal Luar Biasa bagi seluruh umat manusia. Penetapannya oleh UNESCO melalui proses yang ketat bertujuan untuk memastikan perlindungan dan pelestariannya. Bagi kita, mengetahui dan memahami apa itu Warisan Dunia adalah langkah awal untuk ikut menjaga dan menghargai keberadaan mereka. Situs-situs ini adalah saksi bisu sejarah, jendela ke keanekaragaman alam, dan pengingat akan kejeniusan serta ketahanan peradaban manusia.
Gimana, sekarang udah lebih jelas kan apa itu Warisan Dunia? Pernahkah kamu mengunjungi salah satu situs Warisan Dunia, baik di Indonesia maupun di negara lain? Bagikan pengalaman atau pendapatmu di kolom komentar di bawah! Situs mana yang paling ingin kamu kunjungi atau menurutmu paling penting untuk dilestarikan?
Posting Komentar